17 Maret 2009

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN ASP DAN SQL SERVER

Abstrak
Ruang Baca FTIF merupakan salah satu perpustakaan kecil yang ada di lingkungan ITS. 
Ruang Baca FTIF merupakan sebuah perpustakaan yang digunakan untuk menunjang proses belajar 
mengajar yang dilakukan oleh Fakultas Teknologi Informasi. Untuk mengefisiensikan dan
mengefektifkan tugasnya, Ruang Baca FTIF mempunyai sebuah Sistem Informasi Manajemen yang
mencatat berbagai macam transaksi yang terjadi, sehingga petugas dapat secara langsung
menyiapkan sebuah laporan untuk pihak manajemen. Akan tetapi sistem informasi yang ada telah ada
masih mempunyai banyak kekurangan. Masih banyak proses bisnis dari sebuah perpustakaan yang 
belum dijalankan.
Dalam tugas akhir ini dibuat sistem informasi Ruang Baca FTIF. Tujuan dari tugas akhir 
adalah untuk dapat menjalankan dan mengefisienkan proses bisnis sebuah perpustakaan, antara lain 
booking online, peminjaman tugas akhir online, dan sebagainya. Studi tentang sistem informasi 
perpustakaan dilakukan dengan wawancara, observasi, dan melakukan studi literatur ke berbagai
sumber tentang perpustakaan. Sistem informasi ini dikembangkan dengan menggunakan script
pemrograman ASP dan menggunakan SQL Server sebagai server basis datanya.
Dengan dibangunnya Sistem Informasi Ruang Baca FTIF, Ruang Baca dapat memberikan 
informasi kepada berbagai pihak. Selain itu dengan adanya sistem ini, proses bisnis perpustakaan 
menjadi lebih efisien. 

Keyword : perpustakaan, sistem informasi, katalog, ASP, Crystal Report. 


1. PENDAHULUAN 
Sebuah Universitas adalah sebuah badan 
usaha / perusahaan yang bertujuan untuk
menghasilkan sebuah tenaga kerja yang siap
pakai. Untuk menghasilkan lulusan yang
berkualitas, 
sebuah
universitas 
harus
menyediakan sebuah fasilitas atau tempat untuk 
menyimpan berbagai macam sumber informasi
dalam bentuk buku atau sejenisnya. Tempat
inilah yang biasa kita sebut sebagai perpustakaan.
Hampir setiap Universitas mempunyai 
sebuah perpustakaan, tidak terkecuali ITS. ITS
yang mempunyai perpustakaan pusat. Bahkan 
hampir
setiap
fakultas
juga
mempunyai
perpustakaan seperti Ruang Baca FTIF. 
Ruang Baca FTIF merupakan salah satu
perpustakaan kecil yang ada di lingkungan ITS. 
Ruang 
Baca
FTIF
merupakan 
sebuah
perpustakaan yang digunakan untuk menunjang
proses belajar mengajar yang dilakukan oleh
Fakultas 
Teknologi
Informasi.
Untuk 
mengefisiensikan dan mengefektifkan tugasnya, 
Ruang Baca FTIF mempunyai sebuah Sistem
Informasi Manajemen yang mencatat berbagai
macam transaksi yang terjadi, sehingga petugas 
dapat secara langsung menyiapkan sebuah
laporan untuk pihak manajemen.
Akan tetapi Sistem Informasi yang ada telah
ada masih mempunyai banyak kekurangan. Masih
banyak proses bisnis dari sebuah perpustakaan
yang belum dijalankan. Salah satu contohnya 
adalah tidak adanya fasilitas yang memberikan
informasi kepada peminjam bahwa sebuah buku
sedang dipinjam. Selain itu seorang peminjam
tidak dapat memberikan komentar tentang
kebaikan atau kekurangan dari sebuah buku.
Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis
akan membuat sebuah Sistem Informasi 
Perpustakaan yang merupakan sebuah perbaikan
dari sistem yang telah ada. Dengan adanya sistem
yang baru ini diharapkan mampu memperlancar 
semua operasi dari sebuah perpustakaan. 
2. SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN 
Pengertian, Tujuan dan Tugas Pokok 
Perpustakaan 
Perpustakaan adalah institusi/lembaga yang
menyediakan koleksi bahan perpustakaan tertulis, 
tercetak dan terekam sebagai pusat sumber
informasi yang diatur menurut sistem dan aturan
yang baku dan didayagunakan untuk keperluan
pendidikan, penelitian dan rekreasi intelektual 
bagi masyarakat 
Perpustakaan secara umum bertujuan untuk
melakukan layanan informasi literal kepadaPage 2

SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JULI 2005
DUDUT LESMONO - 5201100006 
2
masyarakat. Tujuan khusus dibedakan oleh jenis
perpustakaannya. Karena tujuannya memberi 
layanan informasi literal kepada masyarakat
maka tugas pokok adalah:
a. Menghimpun bahan pustaka yang
meliputi buku dan nonbuku sebagai
sumber informasi.
b. Mengolah dan merawat pustaka. 
c. Memberikan layanan bahan pustaka.
Koleksi Perpustakaan
Beberapa jenis koleksi yang dimiliki oleh
perpustakaan adalah: 
1. Buku
Beberapa jenis buku yang dimiliki oleh
sebuah Perpustakaan Perguruan Tinggi
adalah sebagai berikut: 
a. Buku Teks. 
b. Buku Penunjang.
c. Laporan Kerja Praktek.
d. Tugas Akhir atau Thesis.
e. Buku Tandon (Buku Tandon). 
2. Koleksi Referensi 
Isi buku referensi tidak mendalam dan
kadang-kadang hanya memuat informasi 
tertentu saja 
3. Jenis Serial (Terbitan Berkala)
Pada umumnya terbitan berkala berupa
majalah dan koran. Jika dilihat dari
isinya majalah dibedakan majalah
populer, semi populer dan ilmiah
4. Brosur yaitu buku atau lembaran-
lembaran lepas yang memuat masalah-
masalah aktual yang bersifat sementara.
5. Bahan Pandang Dengar (Audio Visual) 
Bahan pandang
dengar
memuat
informasi yang dapat ditangkap secara
bersamaan oleh indra mata dan telinga 
Klasifikasi Bahan Pustaka dan Penempatan
Koleksi 
Koleksi perpustakaan harus diolah dan diatur
secara
sistematis, dengan
tujuan untuk 
memudahkan penemuan kembali koleksi yang
dibutuhkan. 
Kegiatan
pengaturan
atau
pengelompokan bahan pustaka berdasarkan 
aturan tertentu disebut dengan klasifikasi. 
Tujuan klasifikasi dapat dirinci sebagai
berikut:
a. Menghasilkan urutan yang berguna 
b. Penempatan yang tepat 
Bila bahan pustaka diperlukan pemakai,
pustaka yang
diinginkan
mudah 
diketemukan serta mudah dikembalikan. 
c. Penyusunan mekanis 
Bahan pustaka baru mudah disisipkan di
antara bahan pustaka yang sudah 
dimiliki. 
Klasifikasi
yang
digunakan
untuk 
menayakan subjek berkelas (pengkelasan atau
pengelompokan
berdasarkan subjek
yang
dikandung sebuah buku) adalah bagan klasifikasi 
seperti : 
a. Dewey Decimal Classification (DDC) 
yang dalam istilah Indonesia dikenal 
dengan Klasifikasi Persepuluhan Dewey. 
b. Universal Decimal Classification (UDC)
c. Library of Conggress Classification
(LC) 
Katalog 
Secara umum pengertian katalog adalah
suatu daftar yang terurut yang berisi informasi
tertentu dari benda atau barang yang didaftar. 
Secara lebih luas pengertian katalog adalah
metode penyusunan item (berisi informasi atau
keterangan tertentu) dilakukan secara sistematis
baik menurut abjad maupun urutan logika yang
lain.
Pemakai perpustakaan menggunakan koleksi
perpustakaan untuk mencari bacaan rekreasional, 
atau informasi untuk melakukan kegiatan
penelitian, dan sebagai alat bantu belajar maupun 
kegiatan lainnya. Mungkin saja pemakai tidak
dapat menemukan buku yang diinginkan dalam 
rak. Untuk mengetahui buku apa saja yang
dimiliki perpustakaan diperlukan alat bantu yang
disebut katalog perpustakaan. Jadi katalog
perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah
perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. 
Katalog perpustakaan berarti sistematika
daftar buku atau bahan pustaka yang lain di
dalam perpustakaan yang memberi informasi
tentang pengarang, judul, edisi , penerbit, tahun
terbit,ciri fisik, isi (subjek), dan lokasi bahan 
pustaka tersebut disimpan. 
Tujuan pengkatalogan menurut C.A. Cutter 
adalah:
1. Memudahkan sesesorang menemukan
sebuah karya yang telah diketahui
pengarang, judul atau subjeknya.
2. Memperlihatkan apa yang dimiliki
perpustakaan melalui nama pengarang, 
subjek dan jenis literaturnya 
3. Membantu pemilihan sebuah karya
seperti dalam hal edisinya secara
bibliografis dan karakternya (topic).
Jenis Layanan Perpustakaan
Beberapa Jenis Layanan Perpustakaan secara
umum adalah sebagai berikut : 
a. Layanan peminjaman bahan pustaka
(layanan sirkulasi) 
Layanan peminjaman bahan pustaka 
adalah
layanan
kepada
pemakai
perpustakaan berupa peminjaman bahan
pustaka yang dimilikii perpustakaan. 
b. Layanan referensi Page 3

SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JULI 2005
DUDUT LESMONO - 5201100006 
3
Koleksi ini tidak boleh dibawa pulang
oleh pengunjung perpustakaan dan
hanya untuk dibaca ditempat. 
c. Layanan ruang baca
Layanan ruang baca adalah layanan yang
diberikan oleh perpustakaan berupa
tempat
layanan untuk melakukan 
kegiatan membaca di perpustakaan.
Layanan Sirkulasi
Layanan sirkulasi atau layanan pemijaman 
dan pengembalian bahan pustaka adalah satu 
kegiatan di perpustakaan yang melayani
peminjaman dan pengembalian buku. Kegiatan
sirkulasi dapat dilaksanakan sesudah buku-buku
selesai diproses dengan lengkap dengan label-
labelnya seperti kartu buku, kartu tanggal 
kembali, kantong buku, dan call number pada 
punggung buku.
Menurut Sulistyo-Basuki, bagian layanan
sirkulasi mempunyai tugas melayani pengunjung
perpustakaan khususnya hal berikut ini : 
1. Mengawasi keluarnya setiap bahan
pustaka dari ruang perpustakaan.
2. Pendaftaran anggota perpustakaan 
Salah satu tugas dari bagian sirkulasi
adalah menerima pendaftaran anggota
perpustakaan.
3. Peminjaman dan pengembalian bahan
pustaka 
4. Memberikan sanksi bagi anggota yang
terlambat mengembalikan pinjaman. 
5. Memberikan peringatan bagi anggota
yang belum mengembalikan pinjaman 
6. Menentukan penggantian buku yang
dihilangkan anggota.
7. Membuat statistik sirkulasi 
8. Penataan koleksi di jajaran/rak 
3. PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini akan dijelaskan metodologi 
yang digunakan dalam perancangan sistem. 
Selanjutnya akan dijelaskan tentang analisa
kebutuhan, perancangan proses dan basis data
dari Sistem Informasi RBFTIF.
Metodologi Perancangan
Permodelan sistem pada tugas akhir ini
menggunakan
UML 
(Unified 
Modelling
Language) dan dengan menggunakan tool 
Rational Rose 2002. Alasan dari penggunaan
UML dalam proses modeling pada tugas akhir ini
adalah karena UML menjadi notasi standar untuk
arsitektur perangkat lunak dan merupakan bahasa
standar industri
untuk memvisualisasikan,
membangun, dan mendokumentasikan sistem.
Analisa Kebutuhan 
Dari hasil analisa
kebutuhan dapat 
ditentukan bahwa kebutuhan sistem adalah dapat 
menangani proses berikut: 
1. Manajemen user.
2. Pemeliharaan data anggota.
3. Pemeliharaan data koleksi. 
4. Sirkulasi 
5. Menampilkan berita .
6. Layanan burn koleksi CD. 
7. Layanan foto copy koleksi .
8. Download koleksi digital. 
9. Download paper tugas akhir.
10. Resensi sebuah buku. 
11. Penelusuran koleksi.
12. Usulan pertambahan koleksi.
13. Pembuatan laporan. 
Perancangan Sistem
Berdasarkan studi lapangan dan analisa yang
dilakukan, aktor yang terlibat pada sistem ini 
adalah sebagai berikut:
1. Aktor User Internal Aktor User Internal 
Yang termasuk dalam kelompok aktor
ini adalah: 
a. Aktor 
Pustakawan
adalah
seorang yang diberi tanggung-
jawab 
untuk 
mengelola
perpustakaan. 
b. Aktor Administrator adalah 
seorang yang bertanggung-
jawab untuk memelihara sistem
informasi yang telah dibuat. 
c. Aktor Kajur adalah seorang
yang mempunyai peran dalam 
pengembangan
ruang baca 
jurusan 
2. Aktor User Eksternal
Aktor User Eksternal adalah semua aktor 
yang tidak termasuk dalam aktor 
internal. Aktor User Eksternal ini dibagi
lagi menjadi dua bagian antara lain: 
a. Anggota, yang termasuk dalam 
aktor ini adalah aktor Dosen,
aktor 
Mahasiswa, 
aktor
Anggota Luar. 
b. Non anggota.
Gambar 3.1 adalah use case diagram yang
menggambarkan aktor-aktor yang terlibat di
dalam sistem.
Gambaran umum dari sebuah sistem dapat 
digambarkan oleh sebuah use case diagram. 
Secara garis besar Sistem Informasi ruang baca 
FTIF mempunyai beberapa use case yang
disediakan untuk aktor-aktor yang berpartisipasi 
di dalam sistem. Use case tersebut antara lain :Page 4

SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JULI 2005
DUDUT LESMONO - 5201100006 
4
Dosen
UserInternal
(from kelompok Actor)
Anggota
(from kelompok Actor)
Pustakawan
Mahasiswa
NonAnggota
Kajur
AnggotaLuar
User
(from kelompok Actor)
UserEksternal
(from kelompok Actor)
Administrator
Gambar 3.1 Use case Aktor Sistem
-
Sistem Manajemen Data Master
Use case ini menyediakan fasilitas untuk 
menambah, menghapus, mengedit, dan 
mereview data-data master. Yang
termasuk data master adalah data
anggota dan data koleksi. 
-
Sistem Pengolahan
Use case ini menyediakan fasilitas untuk 
mencetak barcode koleksi, barcode
anggota dan juga mencetak katalog 
koleksi. 
-
Sistem Laporan
Use case ini menyedikan fasilitas untuk 
membuat 
laporan-laporan 
yang
dibutuhkan bagi pihak managemen.
-
Sistem Usulan 
Use case ini menyediakan fasilitas untuk 
memproses usulan-usulan yang diajukan
oleh pustakawan ke pihak 
-
Sistem Pelayanan
Use case ini menyediakan fasilitas untuk 
menambah, menghapus, mengedit dan
mereview berbagai macam bentuk
pelayanan.
-
Manajemen User
Use case ini menyediakan fasilitas untuk 
menambah, menghapus, mengedit, dan 
melihat user-user yang memakai sistem.
Sistem Manajemen Data Master
(from Sistem Managemen Data Master)
Sistem Pelayanan
(from Sistem Pelayanan)
Sistem Usulan
(from Sistem Usulan)
Sistem Laporan
(from Sistem Laporan)
Sistem Pengolahan
(from Sistem Pengolahan)
Manajemen User
(from Managemen User)
User
(from kelompok Actor)
Sistem Ruang Baca FTIF
<>
<>
<>
<>
<>
<>
Gambar 3.2 Use case Diagram Utama Sistem
4. UJI COBA DAN EVALUASI
Lingkungan Uji Coba
Lingkungan uji coba dilakukan pada dua
komputer. Komputer pertama berfungsi sebagai 
server web dan server database, sedangkan 
komputer kedua berfungsi sebagai client. Server 
web yang digunakan adalah Microsoft Internet
Information Service (IIS). Sedangkan server 
database yang digunakan adalah SQLServer 
2000. 
Uji Coba Proses
Pada sub bab ini akan dijelaskan uji coba
pada beberapa proses untuk membuktikan
keakuratan dari pemrosesan data. Sehingga 
skenario uji coba yang akan dilakukan adalah
sebagai berikut: 
1. Skenario pendaftaran Anggota
Syarat menjadi anggota ruang baca
adalah registrasi. Untuk melakukan 
registrasi seorang yang belum menjadi 
anggota dapat mendaftarkan langsung ke
Pustakawan akan tetapi dia harus 
mengisi formulir pendaftaran secara
online. 
Setelah user mengisi formulir tersebut, 
maka data tersebut akan dapat dilihat 
oleh Pustakawan. Setelah calon anggota
tersebut melakukan pembayaran maka
Pustakawan dapat melakukan registrasi, 
dengan menekan link
registrasi

Setelah menekan link tersebut maka
akan
tampil
halaman
FormRegistrasi.asp
yang digunakan 
untuk meregistrasi anggota baru. 
2. Skenario Pengusulan Pembelian Buku
Untuk membeli sebuah buku diawali
oleh Dosen yang mengusulkan sebuah
buku. Setelah itu data usulan
dimasukkan, Dosen akan dapat melihat 
bahwa data usulannya masuk di dalam 
daftar usulan yang belum disetujui.
Setelah usulan-usulan Dosen disimpan, 
tugas Pustakawan adalah menyeleksi 
apakah usulan tersebut dihapus (ditolak) 
atau dibiarkan sehingga usulan tersebut
masuk dalam pengajuan usulan ke
Kajur. Selain itu juga dapat mengubah 
data usulan jika data tersebut salah
sebelum disetujui oleh kajur. Proses ini
disebut manajemen Usulan. 
Selanjutnya Kajur akan menyetujui
usulan-usulan yang telah diajukan ke
padanya. Sistem akan menyediakan
Form
Persetujuan Usulan
untuk
menyetujui usulan tersebut. Pada Form 
ini akan ditampilkan data usulan yang Page 5

SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JULI 2005
DUDUT LESMONO - 5201100006 
5
belum disetujui. Data tersebut diurutkan
berdasarkan jumlah pengusul.
3. Skenario Pengolahan
Setelah melakukan pembelian buku,
Pustakawan harus memasukkan data
koleksi tersebut ke dalam sistem.
Kemudian proses pengelolan akan
dimulai . Dengan sistem ini Pustakawan
dapat mencetak barcode koleksi untuk 
masing-masing koleksi pustaka. Selain
itu sistem juga dapat membantu
Pustakawan untuk mencetak barcode 
Anggota.
4. Skenario Peminjaman 
Setelah sebuah koleksi melalui proses
pengolahan, maka koleksi tersebut sudah
dapat dipinjamkan kepada anggota.
Ketika anggota meminjam
buku
perpustakaan, Pustakawan memasukkan 
no anggota dan menekan tombok Ok. 
Setelah itu sistem akan menyimpan data
peminjaman dan akan menampilkan
form untuk menambahkan data detail
peminjaman.
Dan
Pustakawan 
mengisikan Kode Barcode dari koleksi
yang akan dipinjam, tanggal kembali
dan menekan tombol Ok. Bila pengisian 
tersebut salah,
pustakawan
dapat
menekan
tombol
delete 
untuk
menghapus data tersebut. 
5. Skenario Pengembalian
Pada saat anggota mengembalikan buku 
pinjamannya,
Pustakawan
harus 
mencatat data pengembalian. Untuk
mencatat data pengembalian Pustakawan
mengisikan barcode koleksi yang
dikembalikan pada form Pengembalian 
dan menekan tombol Find. Pada form
ini informasi peminjam, informasi buku-
buku yang telah dipinjam namun belum
dikembalikan, tanggal terakhir harus
dikembalikan, dan denda yang harus
dibayar, jumlah perpanjangan yang
pernah dilakukan akan ditampilkan.
Untuk mencatat data pengembalian
Pustawakan harus menandai buku yang
dikembalikan pada form pengembalian, 
mengisi denda untuk masing-masing 
buku, 
dan 
menekan 
tombol
pengembalian.
6. Skenario Perpanjangan 
Setelah Pustakawan menandai buku 
yang akan diperpanjang, mengisi tanggal
perpanjangan dan menekan tombol
perpanjangan, maka tanggal kembali 
akan berubah, dan jumlah perpanjangan
berubah dari angka nol menjadi angka
satu. Angka
satu pada
jumlah
perpanjangan
menunjukkan
buku 
tersebut sudah diperpanjang sebanyak
satu kali.
7. Skenario Booking Buku.
Seorang anggota dapat melihat status
dari
buku-buku
yang
ada
pada
perpustakaan secara online. Setelah 
mengetahui bahwa buku yang mau 
dipinjam sudah dipinjam oleh orang lain,
maka buku ini dapat di-booking
sehingga orang yang meminjam buku 
tersebut tidak diperbolehkan untuk
memperpanjang 
peminjamannya. 
Setelah ditambahkan anggota dapat 
melihat
semua 
buku-buku 
yang 
dibooking pada keranjang booking.
Setelah melakukan booking anggota
menunggu sampai status buku tersebut
sudah dikembalikan.
Jika
sudah
dikembalikan, maka anggota tersebut
langsung menuju ke perpustakaan untuk 
melakukan peminjaman buku yang telah
dipesan. Data booking sudah dapat 
dilihat oleh Pustakawan pada form 
peminjaman, sehingga Pustakawan dapat 
langsung menambahkan
ke data
peminjaman, ketika anggota tersebut 
meminjam. 
5. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan 
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari
tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
Berdasarkan hasil uji coba proses dapat 
disimpulkan bahwa Sistem Informasi yang telah
dibuat dapat menangani proses bisnis yang 
diperlukan oleh Ruang Baca FTIF. Selain dapat 
menangani proses bisnis Sistem Informasi ini
juga dapat mengefisienkan proses bisnis yang
harus dijalankan.
Saran 
Pengembangan lebih lanjut yang dapat 
dilakukan dari tugas akhir ini antara lain: 
1. Mengintegrasikan sistem katalog online
dengan perpustakaan lain sehingga
memudahkan proses pencarian bahan
pustaka yang masih belum dimiliki oleh
sebuah perpustakaan. 
2. Mengembangkan sistem digital library
yang dapat menampilkan berbagai
macam tipe file ke dalam halaman web. 
6. DAFTAR PUSTAKA 
a. Trimo, Soejono MLS. Pengadaan dan
Pemilihan Bahan Pustaka. Bandung : 
Angkasa. 1985
b. Darmono. Manajemen dan Tata Kerja 
Perpustakaan. Jakarta: Grasindo.2001 Page 6

SEMINAR TUGAS AKHIR PERIODE JULI 2005
DUDUT LESMONO - 5201100006 
6
c. Kahate, 
Atul.Cryptography
and 
Networks Security. Singapore :Mc. Gray
Hill. 2003.
d. Quatrani, Terry.Visual Modeling with 
Rational Rose 2002. Canada :Addison-
Wesley. 2003.
e. Zhao, Jensen J.Web Design and 
Development for e-business. New Jersey
:Prentice Hall. 2003.
f. Francis, Brian. Beginning Active Server
Page 2.0 . United Kingdom :Wrox Press 
Ltd. 1998
g. Sumekar, Sri; Noegroho, Nindya. 
Pedoman Teknis Layanan Perpustakaan
dan Informasi . Jakarta :Perpustakaan
Nasional. 2002. 
h. Deitel, Harvey M. Internet & World 
wide Web How To Program. New
Jersey. 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar